[proyek menulis] 30 Night Notes – Day 03 : OH, TERNYATA!

OH, TERNYATA!

Terkadang, pelajaran hidup bukanlah dari hal-hal yang sangat kompleks.  Yang sederhana pun mampu membuat kita berpikir bahwa ada yang perlu dirubah.

1. “Oh, ternyata harus berbicara pelan”

Menurut penelitian, wanita berbicara sebanyak 20 ribu kata per hari.  Hal ini menjadi kendala terutama ketika sedang memecahkan masalah.  Pengalaman ini saya alami dengan anak perempuan saya sendiri.  Ketika saya mengoreksi sikapnya, ternyata saya telah memuntahkan mungkin hampir puluhan kata sebelum ia mengucapkan sepatah katapun.  Hasilnya?  Masalah tidak terselesaikan malah semakin rumit.  Namun, ini menjadi sebuah wake-up call untuk saya.  Saya mencoba untuk berbicara lebih pelan sehingga tidak terlalu banyak kata yang harus saya ucapkan.  Hal ini membuat saya untuk berpikir ulang apa yang harus saya ucapkan karena kecepatan berbicara saya melambat.  Ternyata, hasilnya sungguh memuaskan.  Berbicara pelan membuat anak saya mengerti apa yang saya ucapkan karena selain kalimatnya pendek, kata-kata yang diucapkan pun jelas.

2. “Oh, ternyata ban kempes”

Setelah pulang dari kebaktian malam,  saya dan anak saya pulang.  Karena telah bermain seharian, anak saya tertidur pulas di mobil.  Saat mobil meluncur di jalan raya,  tiba-tiba saya mendengar suara bergemuruh di sebelah kiri belakang mobil.  Seperti bunyi ban kempes.  Supir saya tidak menyadarinya.  Karena suaranya semakin keras, saya bertanya kepadanya apakah ia mendengar suara tersebut.  Tadinya ia merasa tidak mendengar apa-apa, namun setelah mendengar dengan seksama, ia mendengar suara gemuruh tersebut.  Kami berhenti di tepi jalan dan supir saya mengecek ban belakang mobil.  “Oh, ternyata ban kempes!” kata supir saya.  Singkat cerita, ban diganti dan kami tiba di rumah dengan selamat.  Bayangkan jika saya maupun supir sama sekali tidak mendengar bunyi gemuruh itu.

3.  “Oh, ternyata ada di kepala”

Adik saya gemar memakai kacamata hitamnya sebagai aksesoris rambut atau bando.  Suatu kali, ia sedang sibuk melakukan sesuatu dan harus pergi ke sebuah tempat.  Tempat tersebut tidak terlalu jauh dan dapat dicapai dengan berjalan kaki.  Karena matahari sedang terik, ia memerlukan kacamata hitamnya.  Ia lupa dimana ia menaruhnya.  Dengan waktu yang sangat singkat, ia membuka semua lemari dengan tergesa-gesa, melihat kolong tempat tidur, memeriksa semua meja, memeriksa kantung celana dan bajunya namun tidak menemukan kacamata hitam tersebut.  Dengan waktu yang tidak sedikit lagi, ia menjadi sangat panik.  Saking paniknya, ia menuju kamar mandi dan berhenti di depan wastafel dengan pandangan yang kosong ke cermin di depannya.  Tiba-tiba ia melihat sesuatu di rambutnya. Kacamata hitam!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: