[proyek menulis] The Millenium Parenthood – Day 03 – Bagaimana Anak Homeschooling Bersosialisasi

“Ora na azu nwa” – It takes a village to raise a child (Nigerian proverb)

[TEMA: SOSIALISASI]

Bagaimana Anak Homeschooling Bersosialisasi

Konsep homeschooling saat ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang mulai dilirik oleh banyak orangtua. Tren homeshooling di Indonesia semakin meningkat khususnya di kota-kota besar. Alasan memilih metode belajar ini karena homeschooling menyediakan kesempatan yang lebih besar untuk pendidikan moral dan karakter, anak dapat terhindar dari penyakit sosial seperti bullying dan narkoba, atau tidak sesuai dengan sistem pendidikan formal. Dalam konsep homeshooling, orangtua memiliki peranan penting dalam mendidik anak karena tanggungjawab penuh atas pendidikan anak ada di pundak orangtua.

Konsep dasar yang perlu dipahami dalam homeschooling adalah orangtua belajar bersama anak bukan orangtua mengajar anak. Tidak ada keharusan bagi orangtua untuk menguasai mata pelajaran karena jika hal inipun terjadi, orangtua dapat mencari bantuan. Dari banyak pemahaman yang salah mengenai homeschooling, salah satunya adalah bagaimana anak-anak homeschooling dapat bersosialisasi layaknya teman-teman sebayanya. Banyak yang mengira bahwa homeschooling akan menghilangkan kesempatan anak untuk bergaul dengan lingkungan yang sangat heterogen sehingga ia kehilangan kepekaan sosial, pengalaman sosial, kompetensi sosial dan akhirnya tumbuh menjadi pribadi yang asosial. Hal ini sama sekali tidak benar.

Menurut Home School Legal Defense Association (HSLDA), anak-anak homeschooling tidak memiliki kesulitan bersosialisasi seperti anggapan selama ini. Mereka betul-betul dipersiapkan di dunia nyata, contohnya rumah, dan tempat bekerja. Anak-anak homeschooling terbiasa berinteraksi dengan orang-orang lintas umur, baik orangtua, maupun orang yang lebih muda dari mereka. (Sumber: Kompas.com 12 Agustus 2011)

Sosialisasi pada anak-anak homeschooling bersifat informal dan terkadang tidak terstruktur. Seperti sebuah cerita dari keluarga homeschooling yang mengadakan playdate dengan beberapa keluarga homeshooling lainnya. Anak-anak mereka berkumpul bersama dan bermain lomba mendorong magnet hingga tiba di garis finish. Setelah itu mereka belajar menulis dari Nenek dan bermain tepuk tangan. Semua anak menikmati playdate ini sekaligus orangtua mereka.

Mengembangkan relasi sosial anak-anak homeschooling juga dapat dilakukan dengan mengenalkan mereka pada lingkungan sosial seperti:

1. Berinteraksi dengan komunitas homeschooling

Komunitas homeschooling merupakan wadah yang dapat digunakan untuk mengadakan pertemuan dan saling berinteraksi antar anak-anak homeschooling. Melalui wadah ini, anak-anak homeschooling dapat merencanakan berbagai kegiatan bersama yang mereka senangi sehingga dapat mempererat persahabatan mereka.

2. Terlibat dalam organisasi spiritual

Kelompok spiritual seperti remaja masjid, pemuda gereja, kelompok meditasi dan kelompok spiritual lainnya merupakan salah satu sarana sosial yang paling mudah dimanfaatkan oleh anak-anak homeschooling. Melalui organisasi ini, mereka dapat berpartisipasi dalam pelayanan masyarakat seperti bakti sosial. Kegiatan seperti ini akan mengembangkan kemampuan sosialisasi dan empati sosial anak-anak homeschooling.

3. Berperan serta dalam organisasi sosial

Organisasi sosial seperti Karang Taruna, Palang Merah Remaja, Pramuka, dan lainnya juga merupakan wadah bersosialisasi bagi anak-anak homeschooling. Kegiatan kepemudaan akan mengasah kemampuan memimpin, kerjasama tim dan mengembangkan pengetahuan mereka mengenai kepemudaan.

4. Berpartisipasi dalam klub olahraga

Klub olahraga adalah tempat yang sangat cocok untuk anak-anak homeschooling yang menyukai olahraga dan kegiatan outdoor. Mereka tidak hanya bersosialisasi, kesehatan dan ketahanan fisik mereka pun dilatih.

5. Mengikuti klub hobi

Bagi anak-anak homeschooling yang menyukai seni, mengikuti klub hobi adalah hal yang sangat tepat. Klub menjahit, fotografi, komik, drama, dan banyak lagi akan menjadi ajang aktualisasi diri dan menjalin persahabatan.

6. Tempat kursus

Untuk pengembangan diri dalam hal-hal yang diminati, anak-anak homeschooling dapat memanfaatkan tempat kursus. Selain itu, mereka berkesempatan untuk membangun pertemanan dengan teman-teman sebaya.

7. Forum

Media sosial merupakan salah satu sarana untuk bersosialisasi di dunia maya. Aktivitas blogging dan mengikuti milis membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan pertemanan dengan interest yang sama termasuk membangun persahabatan lintas kota bahkan negara.

Yang menjadi tantangan terbesar orangtua dari anak-anak homeschooling adalah memilih lingkungan sosial yang sehat untuk perkembangan sosial anak-anak mereka. Namun pada dasarnya, anak-anak homeschooling tidak memiliki kesulitan dalam bersosialisasi seperti yang sering disalahpahami oleh banyak orang.

Presentasi artikel ini dapat diunduh di sini: http://goo.gl/GV8Mg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: