[proyek menulis] 30 Night Notes – Day 4

Hari ini, Andrea tidak masuk sekolah karena libur terima raport hingga esok.  Pagi-pagi, Andrea langsung bersiap ke rumah ompung daddy (kakek), sebutannya untuk ayah saya.  Ia ingin mandi, makan pagi dan bermain di sana.  Kami berdua menyiapkan segala perlengkapan dan pergi menuju rumah ayah saya.  Betapa senangnya Andrea ketika ia tiba di rumah ompung daddynya.  Ia berteriak memanggil kakeknya dan menyatakan bahwa ia telah sampai. 

“Ompung, aku mau mandi di sini ya.”, ujarnya.  Ayah saya mengiyakan dan dengan senyum ia menyuruh Andrea untuk mandi di kamar utama.  Dengan semangat Andrea langsung mandi dan makan pagi setelahnya.  Karena libur, saya mengijinkannya untuk menonton TV selama 1 jam.  Setelah menonton, Andrea membuat buku cerita untuk ompung daddy dengan judul Butterfly for Ompung.  Buku ini menceritakan mengenai seekor kupu-kupu bernama Butter yang harus berebut dengan seekor lebah bernama Buzz untuk bermain dengan seekor bunga besar yang cantik.  Agar mereka tidak saling berebutan, mereka sepakat untuk bergantian.  Buzz yang pertama dan kemudian Butter.  Suatu hari, ketika ia sedang terbang, ia mendapati berbagai bunga di sebuah taman.  Ternyata, taman itu adalah taman milik ompung daddy.  Karena keindahan bunga-bunga itu, Butter memutuskan untuk bermain di taman tersebut.  Melihat seekor kupu-kupu di tamannya, ompung daddy sangat senang.  Sejak saat itu, Butter selalu bermain di taman ompung daddy.  Butter adalah kupu-kupu untuk ompung daddy.  Buku cerita ini ia berikan khusus untuk ompung daddy.  Wah, ayah saya senang luarbiasa karena cucunya menghadiahkan sesuatu yang dibuatnya sendiri.

Karena lelah mengerjakan buku cerita untuk kakeknya, Andrea pun tertidur tanpa makan siang. Ketika bangun, ia sangat lapar dan makan dengan lahapnya.  Setelah makan siang, ia mengajak saya untuk bermain ke rumah temannya, Jao dan Shifra.  Kami menuju ke sana pukul 4.30 sore dan kembali ke rumah pukul 8.30 malam.

Ayah Jao dan Shifra, Victor adalah teman kecil saya.  Ibu mereka, Ina memiliki hobi yang sama dengan saya yaitu pekerjaan tangan dengan kertas sehingga kami cepat sekali akrab.  Selama bermain, saya melihat ketiganya sangat menikmati kebersamaan mereka.  Karena Andrea adalah anak tunggal, kumpul bocah ini merupakan pengalaman yang baik untuk bersosialisasi.  Saat mereka berkonflik, saya sengaja membiarkan untuk melihat bagaimana mereka terutama Andrea menyelesaikan konflik tersebut.  Setidaknya hal itu menjadi latihan untuknya di masa depan nanti.

Ina menyekolahkan Jao di salah satu sekolah homeschooling dengan program komunitas.  Jao adalah anak yang sangat cerdas dan saya mengagumi cara pandangnya dalam berbagai hal. Ia sangat kritis dan memiliki ingatan yang luarbiasa.  Sehingga, jika berbicara dengan Jao, saya harus sangat berhati-hati karena jangan sampai saya mengucapkan sesuatu yang saya tidak tahu dan memberikan informasi yang salah. Ina mengajar anak-anaknya di rumah dengan memakai berbagai kreatifitas.  Saya mengagumi caranya mengajar anak-anak melalui kerajinan tangan.  Tidak hanya itu, ia benar-benar menyiapkan apa yang hendak ia ajarkan dengan menuliskan urut-urutan informasi yang akan ia sampaikan.  Ia menunjukkan kerajinan tangan yang dibuatnya dengan kertas untuk memperkenalkan konsep matematika kepada anak-anak. Wah, luarbiasa.

Ina memiliki banyak hasil kerajinan tangan menggunakan teknik papertole. Papertole adalah seni kerajinan tangan menggunakan kertas untuk menciptkan konsep tiga dimensi.  Ia memajang hasil karyanya di ruang tamu yang tadinya saya pikir adalah pajangan yang dibeli di toko. I am impressed.  Selain papertole, Ina juga membuat diorama yang sebenarnya tugas sekolah Jao. Namun, diorama itu menginspirasinya untuk membuat cerita dalam bentuk diorama.  Ah, saya juga menjadi terinspirasi.  

Karena anak-anaknya alergi, Ina selalu memberikan makanan sehat.  Ia menggunakan banyak serat, buah-buahan dan biji-bjian.  Anak-anaknya tidak memakan es krim yang sudah diproses, gantinya ia membuat es lilin sendiri dengan gula merah. Hidup yang sehat sekali.

Hari ini saya benar-benar mendapat banyak pelajaran yang sangat berharga.  Mengunjungi orangtua kita memberikan contoh kepada anak bahwaw orangtua adalah bagian dari hidup yang tidak dapat dipisahkan.  Anak belajar untuk berinteraksi dengan kakeknya dan melihat kesehariannya.  Yang terpenting, anak belajar untuk memanusiakan dirinya sendiri.  Berbincang dengan kakek adalah kebahagiaan yang sederhana.

Mendapat seorang teman yang sangat peduli dengan kesejahteraan anaknya adalah sebuah motivasi yang sangat menginspirasi terutama jika tantangan-tantangan yang dihadapai oleh seorang ibu cukup berat.  Ternyata, ada banyak cara untuk menghadapi tantangan dalam hidup.  Salah satunya adalah berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki energi positif.  Seorang teman yang selalu ingin melakukan yang terbaik kepada anak-anaknya degan memberikan perhatian dengan cara yang sangat sederhana dan alami merupakan hal yang mahal  karena lingkungan saat ini sudah tercemar dengan berbagai kemudahan semu. Banyak anak yang mengkonsumsi makanan instan dan lebih senang bermain dengan layar ketimbang menciptakann sesuatu.

Penting sekali bagi seorang ibu untuk selalu ingin belajar dan menggali banyak informasi dalam segala hal untuk kesejahteraan keluarga terutama anak-anaknya.  Saya menyadari bahwa saya masih perlu banyak latihan untuk hal ini.

Saat pulang ke rumah, Andrea langsung minta dibacakan buku favoritnya dan setelah itu tertidur pulas.  What a day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: