[proyek menulis] The Millenium Parenthood – Day 04: Orangtua sebagai Panutan Bersosialisasi

“Ora na azu nwa” – It takes a village to raise a child (Nigerian proverb)

[TEMA: SOSIALISASI]

Orangtua sebagai Panutan Bersosialisasi

Salah satu fungsi keluarga adalah menjadi wadah untuk melaksanakan proses sosialisasi.  Keluarga merupakan agen sosial anak yang mempengaruhi bagaiman seorang anak bersikap.  Di suatu kesempatan, seorang anak memukul teman bermainnya hingga temannya tersebut kesakitan dan menangis.  Alih-alih meminta maaf, ia malah bersembunyi di sebuah tempat dan ketika penjaganya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada teman yang disakitinya, ia malah berbalik marah kepada penjaganya dan meminta agar teman yang disakitinya itu mendatanginya.  Ternyata anak tersebut adalah saksi kekerasan fisik ayah pada ibunya hampir setiap malam.

Orangtua merupakan agen sosial yang memiliki pengaruh terbesar dalam kehidupan anak. Baik ayah maupun ibu menentukan perbedaan dalam proses sosialisasi anak. Proses sosialisasi anak dimulai dengan yang dinamakan pengkondisian norma-norma.  Anak akan mengikuti peraturan-peraturan yang diterapkan orangtuanya untuk diikuti dan bila tidak diikuti, anak akan diingatkan dengan berbagai cara tergantung dari pola pengasuhan setiap orangtua.  Kemudian, imitasi.  Anak akan melakukan hal-hal yang dilakukan orangtuanya sebagai sosok yang ideal.  Pengimitasian akan berlangsung lebih dalam jika anak benar-benar dirinya sama dengan orangtuanya dan menjadi totalitas sehingga anak mengindentifikasikan dirinya seperti orangtuanya.  Oleh sebab itu, orangtua perlu memberikan contoh yang baik kepada anak.  Yang terakhir adalah internalisasi dimana orangtua meminta anak menyadari bahwa semua norma dalam keluarga dan masyarakat memiliki makna tertentu yang akan berguna untuk masa depannya.

Semua hal yang dialami oleh anak sejak kecil adalah proses interaksi yang menjadi cikal bakal sosialisasi.  Bekal ini akan membawanya untuk berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya saat ia bersosialisasi. Untuk menciptakan pengalaman sosial positif bagi anak, tumbuhkanlah iklim positif dalam keluarga.  Niscaya, ia akan menjadi makhluk sosial yang dapat berinteraksi dengan lingkungannya dengan baik.

Presentasi untuk artikel ini dapat diunduh di sini: http://goo.gl/lPLrE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: