[proyek menulis] 30 Night Notes – Day 5

MENGEKSPLOR IDE

Jumat pagi, pukul 9, kami sekeluarga menemui wali kelas dan guru-guru Andrea untuk mendiskusikan perkembangannya di sekolah. Kami bersyukur karena perkembangannya sangat baik Salah satu gurunya, Miss Sani, yang mengajar mata pelajaran Senirupa menyatakan bahwa Andrea memiliki bakat menggambar. Ia menunjukkan hasil karya Andrea yang menurutnya telah mulai menunjukkan kemampuan untuk menuangkan konsep dalam gambar.

Untuk mengasah kemampuannya, akan lebih baik jika pengamatan Andrea diasah dengan memberikannya banyak gambar-gambar sambil membahas detailnya, menggambar sesuatu dengan pola yang berbeda-beda seperti misalnya menggambar berbagai macam bentuk bunga atau burung. Miss Sani menyatakan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh anak-anak adalah ide yang ketika mereka beranjak dewasa, ide itu lama-kelamaan memudar jika tidak ditampung dalam sebuah wadah atau diarahkannya. Agar ide-ide Andrea lebih banyak tersalurkan dalam bentuk gambar, kelas kreativitas merupakan salah satu cara untuk menuangnya. Ia menambahkan bahwa ia tidak ingin anak-anak menghilangkan kreativitas mereka dengan menyuruh mereka menggambar sesuai dengan keinginanan guru. Ia hanya memberikan tema kepada anak-anak dan membiarkan mereka untuk mengeksploarasi tema tersebut dengan kreativitas mereka masing-masing.

“Untuk memperkaya kreativitas, kita memperkaya subyeknya, Bu”, ujar Miss Sani. Maksudnya, jika anak menggambar seorang manusia, maka ia mampu menggambar kedua tangannya lengkap dengan 10 jari kemudian atribut di wajah seperti hidung, mulut, alis, mata, telinga dan rambut. Semakin detail gambar tersebut, semakin tajam pengamatan anak. Ia mengatakan bahwa sebagai guru, ia lebih mengarahkan anak untuk membuat garis yang tegas ketika menggambar ketimbang mengarahkan anak tersebut untuk menggambar sesuatu sesuai dengan keinginannya sebagai guru. Anak akan terpacu untuk mengeksplor karyanya ketika ia berhasil menerjemahkan idenya dalam bentuk gambar walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana.

Itu sebabnya ia menganjurkan agar anak membuat gambar sendiri sebagai buku mewarnainya ketimbang mewarnai buku mewarnai yang sudah jadi. Dengan demikian, anak terlatih untuk mengeksplor idenya dan berlatih menerjemahkannya sesuai dengan pengamatannya. Tantangan yang orangtua dapat berikan kepada anak adalah menyalin gambar yang telah ada di buku mewarnai pada sebuah kertas. Menarik sekali.

Sayang, waktu kami tidak banyak karena ada orangtua yang sedang menunggu. Yang pasti, diskusi kami dengan Miss Sani menginspirasi kami untuk menggali potensi Andrea dan memaksimalkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: