[proyek menulis] The Millennium Parenthood – Day 08

“Ora na azu nwa” – It takes a village to raise a child (Nigerian proverb)

[TEMA: SOSIALISASI]

Bullying (Bagian 2)

Tindakan bullying bisa terjadi dimana saja, terutama tempat-tempat yang tidak diawasi oleh guru atau orang dewasa lainnya. Pelaku akan memanfaatkan tempat yang sepi untuk menunjukkan “kekuasaannya” atas anak lain, agar tujuannya tercapai. Sekitar toilet sekolah, pekarangan sekolah, tempat menunggu kendaraan umum, lapangan parkir, bahkan mobil jemputan dapat menjadi tempat terjadinya bullying.
Orang tua wajib waspada akan adanya perilaku bullying pada anak, baik anak sebagai korban atau sebagai pelaku. Beberapa hal yang dapat dicermati dalam kasus bullying adalah :
A. Anak Menjadi Korban
Mengalami luka (berdarah, memar, goresan), sakit kepala/sakit perut, atau barang miliknya mengalami kerusakan. Tidak mau pergi ke sekolah, merubah rute pergi ke sekolah, atau prestasi sekolahnya menurun.
Menarik diri dari pergaulan, merasa malu/segan,  tidak mau berpartisipasi lagi dalam kegiatan yang biasanya disukainya.  Gelisah, muram, menjadi agresif dengan melakukan bullying kepada saudara kandung atau bahkan mengancam/mencoba melakukan bunuh diri.

B. Anak sebagai Pelaku

Bersikap agresif, terutama pada mereka yang lebih muda usianya, atau lebih kecil atau mereka yang tidak berdaya (binatang, tanaman, mainan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: